March 28, 2012

Sebuah Persiapan untuk Mencapai Keluarga Sakinah I

Postingan ini berasal dari sumber lain, tetapi penulis lupa linknya. Bila ada yang merasa memilikinya penulis mohon maaf. Penulis hanya mencoba sharing saja.

Nikah atau perkawinan ada sich bayangan untuk itu, tapi pasti yang terlintas dalam benak kita ..achh ntar aja khan masih blom 25 atau ntar aja nunggu mapan. Ntar aja kalo sudah punya calon.
Boleh, boleh anda merencanakan hidup anda, memikirkan mimpi-mimpi anda. Tapi persiapan menikah ternyata tidak dimulai 2 atau 1 bulan sebelum acara resepsi berlangsung. Tapi mulai dari sekarang...bingung??? Menikah adalah keputusan seumur hidup, sekali anda salah jalan, hidup anda berubah. Semakin dini persiapan kita, itu semakin bagus. Tapi khan saya belum punya calon??? It's not big deal, punya atau nggak punya anda harus latihan. Ibarat akan bertanding tinju ada atau tidak ada musuh anda harus melatih pukulan, tangkisan dsb.

Persiapan yang bisa anda lakukan adalah mempersiapkan diri menerima orang lain, menerima kekurangan dan kelebihan orang lain. Ingat si dia adalah mahkluk asing bagi anda, meskipun anda telah mengenalnya 10 tahun. Dengan menikah segala kebiasan buruk dan baik akan terlihat, anda akan tahu masa lalunya. Dan yang pasti anda harus menerima itu. Ingat Hidup pasangan anda tidak dimulai ketika dia bertemu anda. Banyak sisi gelap yang tersingkap dan anda harus terima itu.

Kedua persiapan ketrampilan. Banyak lochh yang panik cuma gara-gara daging nggak empuk-empuk meskipun direbus 2 jam, atau bahkan bingung caranya benerin kran bocor, dalam benak anda mungkin anda bisa bilang ach..ntar aja khan bisa sambil jalan. Padahal.. kran bococr harus bisa diperbaiki segera kalau tidak rumah anda akan seperti kapal karam, nach mumpung blom punya rumah sendiri kenapa enggak belajar?? Pokoknya belajar semua ketrampilan. Yang putri boleh belajar manajemen, tata rias, dsb Dan praktekkan sekarang juga... sehingga nantinya anda sudah terbiasa.

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......