March 29, 2012

Sebuah Persiapan untuk Mencapai Keluarga Sakinah II

Postingan ini berasal dari sumber lain, tetapi penulis lupa linknya. Bila ada yang merasa memilikinya penulis mohon maaf. Penulis hanya mencoba sharing saja.

Yup.. sudah belajar menerima orang lain apa adanya, belajar ketrampilan. Sudah cukup??? Eittt tunggu dulu. Ini bukan persiapan ulangan umum yang materinya cuman 2 bab. Tapi menyeluruh. Persiapan selanjutnya.
Visi. Tetapkan visi anda, kok kayak organisasi saja ada visi, visi adalah cita-cita anda. Seperti bermain puzzle sebelum kepingnya anda bikin berantakan pasti ada contoh gambar yang akan di bentuk khan??.
Begitu juga menikah anda harus punya gambaran, Kalau enggak??? wachhhh ibarat orang tanpa pendirian gampang terbawa arus. Misalkan begini saya ingin nantinya keluarga saya punya anak-anak yang pintar, ramah, penurut. Suami yang pengertian penuh cinta kasih (wuiiichh tinggi sekali visinya). Untuk mencapai itu harusnya saya juga mulai seleksi hal-hal apa yng mendukung tercapainya impian saya itu.
Anak pintar?? Berarti saya harus pintar donk... pengen anak sholeh, wachh saya di tuntut juga sholeh. Pengen punya anak lucu sehat, mulai sekarang biasakan makan sehat. Nach dengan visi itu, anda akan termotivasi untuk menjadi individu yang lebih baik.

- Kualifikasi Istri atau suami.
Anda sudah punya visi, nach sekarang belum punya calon. Tenang, paling tidak anda sudah punya kriteria kayak gimana sich suami-atau istri saya nanti. Jangan bikin kriteria yang terlalu panjang. Tidak ada manusia yang sempurna. Hampir sempurna mungkin, tapi khan 1 dalam seribu. Mencari calon ibarat belanja di pasar pagi, hiruk pikuk lengah sedikit bisa kecolongan, gampang-gampang susah. Sudah pacaran bertahun-tahun...echhh pas married ternyata cuman sekejab. Yang kenal cuma 2 bulan, pas married wachh seperti dunia milik berdua.
Sebenarnya ada cara simple untuk menilai baik atau buruknya calon anda. Bahkan karakternya.

Sesorang pernah berkata kepada Umar Bin Khatab, Dia adalah orang baik, Kemudian Umar bertanya
1. Apakah kamu pernah bermalam dengannya??
2. Apakah kamu pernah bepergian jauh dengannya?
3. Apakah kamu pernah berdagang dengannya??
orang itu menjawab "tidak", berarti kamu tidak tahu dia.

Hanya ada 3 pertanyaan untuk mengetahui baik buruknya calon kita. Simple memang tapi pertanyaan 1 menggambarkan ketika kita bermalan dengannya semua kebiasaan dia akan keluar. Misal dia suka nggak sikat gigi waktu bangun tidur, ketahuan khan??
Pertanyaan ke 2. Perjalanan jauh sering kali mampu mengeluarkan
sifat asli kita, yang egois, mau menang sendiri, arogan, bahkan tidak mau musyawarah. Dan pertanyaan ke 3 Menunjukkan seberapa matre diri kita. Sifat culas, menyikut rekan bisnis akan ketahuan di sini.
Tapi ingat untuk mencari tahu hal ini, tidak harus anda sendiri kok yang melakukan nggak mungkin khan anda bermalam di rumah cewek yang bukan muhrim anda. Atau malah bepergian berdua. Aiihhh.. bukan nilai objective yang anda dapat malah nilai subjective anda.
Caranya anda bisa meminta seseorang yang berkompeten menilai seseorang. Yang pasti standart nilainya harus sama dengan anda. Kenapa?? Karena dia tidak punya kepentingan terhadap calon anda. Jadi penilaian dia Insya Allah akan objective dan sejujur-jujurnya.

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......