April 19, 2012

Indahnya Kemilau Danau Maninjau

         Danau Maninjau, sebuah daerah pariwisata di Sumatera Barat. Berjarak sekitar 120 km dari kota Padang. Dapat ditempuh melalui 2 jalur perjalanan darat. Jalur pertama melewati kota Padang Panjang-Bukittinggi dan jalur kedua melewati kota Pariaman-Lubuk Basung. Untuk semua jalur tersebut dapat ditempuh sekitar 3 jam. Tetapi jika melewati kota Bukittinggi sebenarnya jaraknya lebih pendek, namun waktu tempuh tetap sama karena akan melewati sebuah jalan yang berkelok-kelok sebelum memasuki wilayah Maninjau yaitu dikenal dengan ‘Kelok 44’.


       Istimewanya jika melewati kota Bukittinggi dan melewati kelok 44 anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang menakjubkan, yaitu melihat keindahan danau Maninjau dari atas bukit.     
       Danau ini dikelilingi oleh beberapa kanagarian, salah satunya adalah kanagarian Maninjau dimana konon kabarnya dan menurut catatan sejarah, penulis menghabiskan masa kecilnya disini (hehehehehe). Keindahan dan kesejukan di Maninjau ini membuat kita melupakan segala masalah yang sedang dihadapi. Terutama penulis yang rindu akan kemilau danau Maninjau (maklum penulis berada jauh dirantau). 
          Selain pemandangan yang menakjubkan, disini anda juga akan menemukan makanan khas yang tidak akan ditemukan di daerah lainnya. Adapun makanan khas dari daerah ini adalah: 

                                              • Rinuak 
    Merupakan sejenis ikan kecil yang sangat halus sekali lebih kecil dari teri medan. Rinuak bisa diolah menjadi beberapa macam, seperti rakik rinuak (sejenis peyek di Jawa tetapi lebih tipis, rinuak badarai (digoreng kering) dan palai rinuak (diberi bumbu dan di-asapi di atas arang). Kalau soal rasa hmmmm gimanaaa gitu, nikmat sekali dengan baunya yang khas. 


   • Pensi 
    Bentuknya kerang-kerangan dengan ukuran kecil, hanya sebesar ujung kelingking tangan orang dewasa. Diolah dengan bumbu yang sedemikan rupa dan rasa yang agak asin menjadi menu cemilan anak muda diwaktu bersantai bersama teman-teman. Pensi ini juga bisa diolah menjadi gulai penyerta makan setelah dikeluarkan dulu isinya dan direbus atau pengolahan lainnya. Kalau rasanya jangan ditanya deh..ueenaakk… 


                                                 • Bada 
  Masih sejenis ikan yang besarnya sekitar 1-2 jari orang dewasa. Walau ini merupakan makanan khas di Maninjau, namun dapat juga ditemukan di danau kembarannya yaitu danau Singkarak (lain kali penulis sajikan mengenai danau ini). Tetapi bagi mereka yang mencintai makanan ini akan mengatakan bahwa ada perbedaan ukuran dan rasa dengan yang ada di Singkarak. Bada bisa diolah hanya dengan digoreng kering, diberi cabe merah ataupun dipalai (diasapi). 

     Untuk membuktikan semua itu silahkan anda berkunjung ke danau Maninjau, alam yang sangat memukau, penduduk yang ramah serta wisata kuliner yang menyehatkan. Daerah mana saja yang dapat anda kunjungi di Maninjau ini akan penulis uraikan dilain waktu.

3 comments:

  1. Wah... Indonesia memang istimewa, gak kenyang mata juga bisa kenyang perut.... :)

    ReplyDelete
  2. yups betul sekali...terimakasih atas kunjungannya..

    ReplyDelete
  3. Sangat menarik untuk dikunjungi gan.......

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......