April 13, 2012

Manajemen Seorang Pengusaha Karamba

            Karamba adalah sebuah perairan umum yang disekat oleh beberapa peralatan yang dapat digunakan untuk tempat pengembangan/pemeliharaan ikan dan ini merupakan salah satu mata pencarian di daerah danau Maninjau. Karena ikan yang sudah mencapai umurnya akan di jual dengan harga tertentu.

Mutiarisman merupakan salah seorang pengusaha karamba yang ditemui oleh penulis. Man,(biasa di panggil demikian) akan mengembangkan usaha karambanya dengan menambah jumlah karamba yang dimilikinya. Agar perluasan ini berjalan dan terkontrol dengan baik maka dibutuhkan suatu proses manajemen.


Proses manajemen adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sedemikian rupa agar pencapaian tujuan untuk masa depan akan lebih baik dari sebelumnya. Secara umum proses manajemen dapat dikelompokkan menjadi : penetapan tujuan, perencanaan, staffing, directing, supervising, dan pengendalian.

Dalam artikel ini penulis akan memperlihatkan proses manajemen yang dilakukan oleh  Mutiarisman dalam usaha pengembangan karambanya agar mencapai tujuan yang diinginkan di masa yang akan datang.

PROSES MANAJEMEN PENGEMBANGAN KARAMBA

1. Penetapan tujuan

→ hal ini merupakan tahapan yang paling awal dari suatu proses manajemen agar       mencapai sasaran yang diinginkan. Dalam hal ini Mutiarisman mengatakan bahwa tujuan yang akan dicapai dalam pengembangan usaha karamba ini antara lain adalah :
a.       memperoleh keuntungan yang lebih besar
b.      menambah penghasilan keluarga
c.       jika memungkinkan hasilnya akan digunakan untuk membuka usaha lain
d.      meningkatkan derajat keluarga

→ hal ini tidak hanya sekedar angan-angan, karena Man memang akan    memperluas lahan usahanya. Man yakin akan hal ini karena telah didukung oleh modal yang cukup untuk memulai usaha pengembangan usahanya. A
Keuntungan yang diperoleh dalam penjualan ikan sebelumnya akan digunakan untuk menambah karambanya.

→ karamba yang akan ditambah dipastikan berjumlah delapan buah dengan ukuran masing – masing 4m x 4m. Setiap petak karamba akan diisi 5000-8000 benih ikan dengan ukuran 1 benih ikan adalah 1 inci.

→ tujuan yang dijelaskan di atas dengan mempertimbangkan jumlah makanan ikan (sesuai dengan modal yang ada), keadaan air danau (kadar belerang dan ombak yang besar), keadaan benih (jumlah yang hidup dalam umur mencapai 1 bulan), serta waktu panen (minimal setiap 4 bulan sekali) diharapkan dalam waktu 2-3 tahun akan memperoleh keuntungan dengan perkiraan terburuk dalam 2 tahun akan balik modal.
 
2. Perencanaan

→ perencanaan adalah proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi-asumsi mengenai keadaan di masa yang akan datang untuk merumuskan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan  dalam rangka pencapaian  tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya   

→ dalam usaha pengembangan karamba ini secara umum diharapkan dalam waktu dekat akan terlaksana dan segera memperoleh keuntungan yang sesuai dengan keinginan. Rencananya pengembangan ini akan dilaksanakan 2 bulan setelah panen tahun ini. Secara prosedur pelaksanaan ini akan  dikerjakan oleh Man sendiri dibantu beberapa pengusaha lain.

→ metoda adalah rencana yang menerangkan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menjalankan suatu kegiatan. Begitu juga halnya dengan kegiatan pengembangan karamba ini. Tindakan yang harus dilakukan sebelum menjalankan kegiatan ini adalah seperti peninjauan area perluasan, memeriksa kembali peralatan yang dibutuhkan serta hal lain yang diperlukan di lapangan.

→ dalam suatu kegiatan pasti diperlukan  rencana mengenai penerimaan dan pengeluaran uang (anggaran). Sama halnya dengan usaha karamba ini, setiap urusan keuangan akan di tangani langsung oleh pemilik  sendiri.
 
3. Staffing

→ staffing adalah proses manajemen yang berkenaan dengan pengerahan, penempatan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja dalam suatu organisasi. Sebelum mencari orang-orang yang akan bekerja dalam posisi tertentu maka terlebih dahulu harus dilakukan beberapa hal seperti :
a. Perencanaan sumber daya manusia 
→ pemilik usaha karamba ini pertama kali akan menentukan akan kebutuhan tenaga    kerja. Karena usaha ini bukan suatu usaha yang besar maka pemilik memutuskan hanya mengambil 1-3 orang tenaga kerja yang akan melaksanakan tugasnya masing-masing.
b. Pengerahan tenaga kerja (recruitment) 
→ tenaga kerja yang akan diambil oleh pemilik berasal dari masyarakat sekitar dan diprioritaskan pekerja ini minimal telah lulus smu dan tidak memiliki kerja yang tetap.
c. Seleksi 
→ proses pemilihan tenaga kerja tidak terlalu banyak persyaratannya sebab tenaga kerja yang dibutuhkan hanya sbagai pemberi makan ikan, mengontrol alat-alat (bamboo,kayu,jarring) dan hal lain yang dirasa perlu.
d. Pelatihan (training) 
→ untuk pelatihan menurut pemilik mungkin juga di ringankan, sebab usaha ini tidak terlalu memerlukan  keahlian khusus. Minimal pekerja dapat melihat kapan saatnya ikan akan diberi makan, bagaimana menangani jaring yang rusak, serta mengganti bambu yang sudah lapuk
e. Penilaian kinerja (performance appraisal)  
→ setelah jangka waktu tertentu (secara berkala) pemilik akan mengoreksi apa saja yang telah dilakukan oleh pekerja. Pemilik berhak mempromosikan pekerja tersebut agar dapat diambil oleh pengusaha lain ataupun memberikan sanksi apabila pekerja tidak melakukan tugasnya sesuai dengan perjanjian.

4. Directing

→ directing adalah usaha untuk memobilisasi sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat bergerak dalam satu kesatuan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dalam hal ini pemilik akan berusaha mencari jalan bagaimana dapat memotivasi pekerja agar bekerja dengan baik, bagaimana proses kapemimpinan  agar mencapai tujuan dan memberikan suasana hubungan kerja yang baik, serta mengkoordinasi setiap kegiatan.

5. Supervising

→ supervising merupakan interaksi langsung antara individu-individu dalam suatu organisasi untuk mencapai kinerja kerja serta tujuan organisasi tersebut. Pada usaha pengembangan karamba ini mungkin hal ini tidak terlalu dipermasalahkan. Penulis hanya menggambarkan bahwa dalam suatu organisasi terdapat proses manajemen yang berupa supervising.

6. Pengendalian

→ pengendalian adalah proses penetapan apa yang telah di capai, yaitu proses evaluasi kinerja, dan jika diperlukan dilakukan perbaikan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Proses ini dapat diterangkan sebagai berikut:
a.       pengukuran terhadap kinerja yang telah ditampilkan
b.      membandingkan dengan standar yang telah ditetapkan.
c.   apabila penyimpangan masih dalam batas kewajaran maka proses manajemen ini dapat diteruskan jika tidak maka harus dilakukan perbaikan.

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......