April 3, 2012

Penyebab Pernikahan Tertunda

        Menikah, weiss siapa sih yang tidak ingin menikah dengan sang pujaan hatinya? Bagi anda yang normal pasti menginginkan momen yang sakral ini. Memang jodoh sudah ada yang mengaturnya, namun demikian kita harus berusaha mencarinya. Jodoh bisa dicari dengan bermacam cara, salah satunya berkenalan. Bagi kalangan remaja ada yang mengatakan “berpacaran” atau untuk lebih halusnya mereka menyebut “mengenal lebih dekat”. Itu kata mereka looo..bukan kata penulis, dan penulis tidak akan membahas pandangan agama mengenai yang disebut “pacaran” tersebut, karena blog ini tidak membahas yang berbau SARA.
        Nah ketika kita sudah merasa menemukan jodoh kita, timbul masalah lainnya. Kapan akan menikah atau mau dibawa kemana hubungan tersebut dan lain sebagainya. Kali ini penulis akan membahas hal-hal yang kira-kira bisa menunda pernikahan. 

           1. Pola Pikir 
        Sering sekali para orang tua mengatakan ‘ingus aja belum bisa dilap sendiri, mau menikah pula’. Mereka tidak salah, orang tua hanya menganggap kita belum dewasa dalam bersikap dan berpikir. Bagi mereka pernikahan itu bukan hanya dijalani dalam beberapa hari, namun sepanjang masa dan seluas samudera (lebaayyyyy…). Mereka takut anaknya tidak sanggup menjalani setiap masalah yang akan dihadapi karena belum dewasa dalam berpikir. Dewasa disini bukan mengacu pada umur, sebab semakin bertambahnya umur belum tentu pemikirannya pun semakin matang. Jadi jangan heran jika ada anak yang menikah pada umur 17 tahun karena pemikirannya sudah dianggap matang bagi orang tuanya. Ada juga yang berumur 30 ke atas baru menikah, selain jodoh yang baru dating, bisa juga disebabkan pola pikirnya yang baru memasuki tahap dewasa. 

           2. Sombong dan Mencari yang Lebih 
          Sifat seperti ini jangan sekali-kali anda lakukan. Memang kita menginginkan jodoh yang ideal untuk hidup kita. Tetapi dengan bersikap sombong dan berlebihan dalam mencari pasangan hidup akan menyebabkan kekecewaan pada diri kita dan memperlambat datangnya jodoh. Padahal jodoh tersebut sudah ada di depan kita. 

           3. Tidak Mendapat Izin Orang Tua 
           Waduuhh..ini dia yang membuat calon suami-istri sering bingung dalam mengambil keputusan karena tidak ada izin dari orang tua. Banyak sih alasannya, seperti orang tua tidak percaya dengan calon anaknya, takut ditinggal anaknya dan tidak diperhatikan lagi, ataupun adanya adik kita yang masih perlu dibantu untuk biaya sekolahnya. Namun semua itu bisa diatasi dengan menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan calon mertua kita (itu kata yang sudah berpengalaman lo). 

          4. Belum Bekerja dan Mapan 
          Kalau hal ini mungkin tidak semua orang merasakan dan mengkhawatirkannya karena rezki itu juga sudah ada yang mengaturnya, tetapi tidak dipungkiri lagi bahwa menikah itu membutuhkan materi. Baik dalam pelaksanaannya ataupun ketika menjalani pernikahan itu sendiri. Tidak mungkinkan setelah kita menikah lalu hanya makan dengan daun saja. Tetapi yakinlah menikah itu adalah ibadah, maka rezki akan selalu mengikuti kita yang beribadah (ini juga kata yang sudah berpengalaman). 

          5. Masih Melanjutkan Sekolah 
         Banyak orang tua yang menginginkan anaknya sekolah dulu yang tinggi baru menikah. Apalagi di zaman modern dan ketatnya persaingan dalam mendapat pekerjaan. Tetapi mereka tidak salah, karena mengharapkan kehidupan yang baik untuk anak mereka. Selain itu untuk menaikan derajat keluarga di tengah masyarakat. Jadi banyak dari kita yang menikah setelah berumur 30-an setelah memperoleh gelar yang banyak seperti : Prof. Dr. Eng. Abcdefgh Msc. 
         
         6. Ikatan Dinas 
       Bagi mereka yang baru lulus dan memperoleh pekerjaan, banyak yang menunda menikah. Hal ini bisa disebabkan syarat dari perusahaan. Terutama perusahaan yang mempunyai janji kerja dalam ikatan dinas selama waktu tertentu. Sehingga selama ikatan dinas tersebut belum berakhir kita tidak boleh berkeluarga. 

          7. Mengejar Karir 
        Ini sama halnya dengan mencari kehidupan yang mapan seperti yang telah dijelaskan di atas tadi. Banyak dari kita yang mengejar karir dulu baru menikah. Kerja kesana kemari, pindah perusahaan demi mendapat posisi yang tinggi dengan gaji yang besar. 

          8. Peraturan Adat dan Suku 
      Kalau yang ini bisa dirasakan dibeberapa daerah. Ada peraturan adat dan suku yang tidak membolehkan menikah karena dalam naungan suku yang sama. Memang ini banyak perdebatannya, namun itulah keberagaman budaya kita. Cara mengatasinya ada, seperti membayar denda atapun aturan lainnya.

           9. Tidak Boleh Mendahului Kakak 
      Sama halnya dengan nomor 8, beberapa daerah juga menerapkan prinsip ini. Tidak boleh mendahului kakak, karena dipercaya akan mendatangkan halangan bagi si-kakak untuk mendapat jodohnya. Namun ada yang meringankan peraturan ini dengan memenuhi semua permintaan kakak jika kita ingin menikah mendahuluinya.

          10. Tidak Punya Pulsa 
       Wah kalau ini sih akal-akalan penulis aja biar genap jadi 10 hehehehehe….apa sih susahnya ngomong…nelpon g’pernah...sms g’pernah…aku g’ punya pulsaaaa….putus deh g’ jadi nikah..huehehehehehe…. 

          Nah sekian dulu deh dari penulis. Memang menikah itu banyak hal yang akan dihadapi, namun itu tergantung bagaimana kita menghadapinya (menurut mereka yang berpengalaman). Penulis hanya mencoba melakukan penelitian kecil-kecilan saja. Jadi bagi mereka yang tidak pernah merasakan 10 hal di atas jangan complain ya…hihihihihi…

3 comments:

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......