April 1, 2012

Road to Pulau Penyengat-Tanjung Pinang

       Biasanya berwisata mengunjungi daerah-daerah dengan pemandangan yang indah, makanan khas yang nikmat ataupun ke wahana-wahana permainan. Namun kali ini penulis tidak mengunjungi tempat seperti itu. Ada bentuk wisata lain yang sering juga dilakukan oleh masyarakat yaitu wisata religi, seperti berziarah mengunjungi makam-makam para tokoh terdahulu. Baik itu makam para raja, penyebar kebudayaan, dan penyebar agama. Tetapi anda tidak hanya mendapatkan sisi religiusnya, tetapi juga mendapat kisah dan sejarah sekaligus menikmati arsitektur bangunan makam.
          Pulau Penyengat, adalah sebuah pulau kecil yang berjarak kurang lebih 6 km dari kota Tanjung Pinang, ibukota dari propinsi Kepulauan Riau dan berjarak lebih kurang 35 km dari pulau Batam. Menuju lokasi masjid ini cukup mudah dan menarik. Dari Batam, perjalanan dilakukan dengan menaiki kapal penyeberangan feri menuju Tanjungpinang. Lama perjalanan sekitar satu jam. Dari Tanjungpinang, perjalanan diteruskan dengan menaiki perahu kecil yang bernama Pompong menuju pulau Penyengat. Untuk menaiki pompong, dikenakan biaya Rp 5.000-Rp 10.000 per orang. Atau jika ingin menyewa, dikenakan biaya sebesar Rp 80.000 per pompong yang akan membawa penumpang pergi-pulang. Untuk mengelilingi pulau ini, pengunjung dapat menggunakan becak motor (bemor) yang dapat disewa dengan harga Rp 20.000. Di Pulau ini, pengunjung tidak akan menemukan mobil atau kendaraan sejenisnya.
        Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata bernuansa religi. Eeiiittsss……tunggu dulu, walau ini merupakan wisata religi yang berisi makam para tokoh terdahulu, namun keindahannya tidak kalah dibandingkan objek wisata lainnya. Karena disini juga terdapat peninggalan sejarah, seperti yang akan penulis bagikan kepada anda.

         • Mesjid Raya Sultan Riau
         Mesjid ini di bangun pada tahun 1832 pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdul Rahman, pembangunan mesjid ini dilakukan secara bergotong royong oleh semua masyarakat penyengat pada masa itu. Aspek yang paling menarik dalam pembangunan mesjid ini adalah digunakannya putih telur sebagai campuran semen untuk dinding mesjid. Mesjid ini merupakan bangunan yang unik dengan panjang 19,8 meter dan lebar 18 meter, rungan tempat sembahyang disangga oleh 4 buah tiang besar, atapnya berbentuk kubah sebanyak 13 buah dan menara sebanyak 4 sebuah, semuanya berjumlah 17 sesuai dengan rakaat shalat sehari semalam. Di dalam mesjid ini juga terdapat kitab suci Al-Quran yang ditulis tangan, serta lemari perpustakaan kerajaan riau-lingga yang pintunya berukir kaligrafi yang melambangkan kebudayaan islam sangat berkembang pesat pada masa itu. Penulis juga tak ketinggalan untuk bernarsis ria di depan majid ini (foto paling atas). 


          • Istana Raja Ali 
        Istana Raja Ali juga dikenal dengan Istana Kantor, karena fungsi bangunan ini selain sebagai rumah juga sebagai kantor Raja Ali Yang Dipertuan Muda VIII kerajaanRiau. Komplek istana ini sangat besar, ukurannya sekitar no meter, dikelilingi oleh tembok tebal lengkap dengan pintu gerbang dibagian belakangnya. Keagungan istana ini masih dapat kita lihat sampai saat ini. Setelah wafat, Raja Ali dikenal dengan Marhum Kantor. Penulis juga menyempatkan mengabadikannya.

       • Benteng Pertahanan Bukit Kursi

       Dibangun pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Raja Haji Fisabilillah, yang pada masa itu menjadikan pulau Penyengat sebagai benteng pertahanan yang ampuh pada perang riau di benteng ini masih dapat kita jumpai parit pertahanan dan meriamnya, seperti foto penulis di bawah ini. 

       Nah itulah beberapa objek wisata di pulau Penyengat yang penulis kunjungi, yang lainnya hanya berupa makam para raja dan pengikutnya pada zaman dahulu. Bagi anda yang menyukai wisata religi dan sejarah silahkan berkungjung ke pulau Penyengat ini. Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi mbah google..hehehehehe….

2 comments:

  1. wisata sejarah yang menarik...disini ada mitosnya juga "kalau udah minum air pulau penyengat pasti bakal balik kesini lagi.."

    Silakan berkunjung

    ReplyDelete
  2. untung kemarin ni belum minum..huahahahaha....

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......