May 9, 2012

Gerbang Sumatera Bagian Selatan – Menara Siger Lampung

           Menara Siger terletak di Bukit Gamping, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Indonesia. Menara Siger ini bentuknya seperti mahkota pengantin perempuan di Lampung, karena memang Siger adalah nama untuk mahkota tersebut dan juga merupakan lambang adat. Berjarak kurang lebih 90 km dari pusat kota Tanjung Karang yang dapat ditempuh melalui jalur darat.

Menara Siger juga merupakan gerbang dan titik nol Sumatera bagian selatan. Jika anda menyukai perjalanan darat, dari pulau Jawa dapat ditempuh melalui pelabuhan Merak ke pelabuhan Bakauheni selama 2 jam menggunakan kapal roro (roll-on-roll-off). Karena itulah disebut gerbang Sumatera bagian selatan. Karena ketika kita mendekati wilayah Lampung, menara Siger inilah yang akan pertama kali kita lihat.
 Selain itu menara Siger juga merupakan titik nol Sumatera bagian selatan, sehingga dari menara Siger ini kita bisa menentukan jarak ke berbagai tempat. Misalnya jarak Bakauheni-Banda Aceh 2652 km dan jarak Bakauheni-Jakarta 117 km. Tetapi ingat ini adalah ‘jarak’ bukan ‘lintasan’, karena jarak adalah lintasan terpendek antara 2 titik yang ditarik secara garis lurus (hehehehe dikasih ilmu sedikit dari Uda Nazar ya).

 Dari puncak menara Siger anda akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan Selat Sunda yang dilintasi oleh puluhan kapal roro, Teluk Lampung dan Kepulauan Lunik tampak indah dari atas. Pemandangan yang indah ini sangat diminati oleh pengunjung untuk mengabadikannya dengan bernarsis ria (kalau bahasa gaul di daerah Uda Nazar adalah berkodak-kodak, walaupun kamera yang dipakai bukan merek Kodak hehehehehehe).


Konstruksi menara Siger ini dikerjakan oleh putera asli Lampung sendiri, Bapak Anshori Djausal. Ketinggian menara 32 m dengan luas 50 x 11 m menambah kemegahan menara ini. Di dalam menara Siger sendiri terdapat 6 tingkat. Secara fisik, Menara Siger dibangun dengan memperhatikan ciri khas Lampung. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatera, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatera. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.

Menara Siger ini berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya.

Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara Siger. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bagunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing.

Oke para pembaca yang setia, demikianlah oleh-oleh dari Uda Nazar yang uda peroleh ketika melakukan perjalanan di dunia persilatan ini dan mampir di daerah Lampung. Jika dihitung, Uda Nazar sudah sering sekali bolak-balik dari Jakarta ke Lampung melewati jalur darat. Bagi pembaca yang penasaran silahkan berkunjung langsung ke Menara Siger Lampung.


2 comments:

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......