May 7, 2012

Indahnya Tali Kekeluargaan Nazar Bersaudara

           Hmmm…sepertinya postingan uda Nazar kali ini keluar dari tema blog ya, maklum lah uda Nazar lagi kehabisan ide untuk menulis. Kali ini uda Nazar mencoba berbagi tentang indahnya sebuah keluarga besar. Siapasih dari kita yang tidak mempunyai keluarga. Keluarga adalah bagian yang sangat penting sekali dalam kehidupan kita. Walau kadang terpisah jauh sekali karena mencari rezki di negeri orang. Ketika kita semua berkumpul disuatu momen yang khusus tentunya memberikan kenangan tersendiri seperti pada kaluarga besar uda Nazar ini.
Pada suatu hari keluarga uda Nazar mempunyai rencana untuk berkumpul dengan seluruh keluarga besar. Ide ini terlintas oleh dr. N.Nazar yang merupakan salah seorang ketua besar di aliran Nazar Bersaudara. Wuiiss hebat ya keluarga Nazar ini (hehehehehe lebay), tapiiii pembaca g’bakalan tau deh inisial dari huruf ‘N’ itu. Karena inisial ‘N.Nazar’ sangat banyak di keluarga ini, yang istimewa sih cuma satu orang yaitu ‘A.Nazar’ (hehehehe…itulah nama uda Nazar, satu-satunya pemilik inisial ‘A’). Kalau ada yang marah, terima aja deh, kan yang nulis blog A.Nazar bukan N.Nazar atau anggota lainnya, khahahahahaha…..
Nah kembali ke cerita tadi, jadi kami semua berkumpul pada tahun 2010 saat Idul Fitri. Ini nih satu lagi keistimewaan ‘A.Nazar’, lahirnya hari ke-dua Idul Fitri lhoo, hehehehe…kacian deh yang lain g’disebut, padahal ada tuuuu yang lahirnya barengan sama uda Nazar. Jadi ceritanya kami semua berdatangan dari setiap daerah di dunia persilatan ini menuju asal mulanya yaitu di pusat perguruan Palembayan (biasa disebut Bamban). Daerah yang masih indah sekali, tanpa asap, tanpa hiruk pikuk kegiatan, yang ada hanya hutan dan persawahan dengan pemandangan yang indah untuk menyegarkan pikiran. Disinilah asal mula leluhur kami di dunia persilatan ini.


Acara dimulai dengan berbuka puasa bersama, kebetulan saat itu puasa terakhir sebelum Idul Fitri. Kami sangat akrab sekali satu sama lainnya, walaupun ada yang baru kenal (terutama keturunan yang muda-muda), tetapi itulah indahnya ikatan tali persaudaraan. Pada malam harinya setelah presentasi melihatkan silsilah keluarga, para Tetua aliran bernostalgia dengan bermain ‘domino’ dan ‘koa’ (kalau di daerah lain mungkin namanya ‘Gaplek’ dan ‘Kartu Kuning’. Sedang kami yang muda-muda mengisi acara lain, ada yang bermain, ada yang membakar sate, ada juga yang mengganggu para Ibu yang sedang memasak. Pokoknya tidak bisa diucapkan dengan kata-kata deh bagaimana indahnya saat itu.
Esok harinya kami semua bersama-sama pergi menuju masjid untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Weeiisss…semua pada gagah dan cantik, terutama itu tu seorang bintang aliran persilatan ini, yang fotonya paling atas dan berdiri disebelah kanan salah satu Tetua aliran (tetua ini biasa dipanggil Pak Itam). Wuih…ngeri g’tuh gelarnya di dunia persilatan, mungkin karena kulitnya hitam kali ya? Huss becandanya kelewatan, itukan bapaknya uda Nazar tauuuuu.
Setelah pulang shalat Idul Fitri kami berkumpul di aula besar (wakakaka padahal hanya panggung dari kayu beralas kain beratap terpal), tetapi tempat g’penting kok, yang penting itu kebersamaan. Kami semua bersalaman dan ditutup dengan pesan-pesan dari Tetua aliran yaitu dr.N.Nazar, walau sebenarnya ada yang lebih tua lagi dari beliau. Kapan ya Tetua dr.N.Nazar menurunkan gelarnya sebagai ketua aliran kepada generasi uda Nazar. Maklumlah digenerasi uda Nazar belum ditentukan siapa Tetua yang bisa menjadi komando untuk semuanya (yang ada sih bukan Tetua tapi udah tua, khahahahaha, maksudnya umur udah pada bertambah). Semoga aja deh dengan terbitnya artikel ini para Tetua aliran bisa menentukan siapa Tetua pada generasi uda Nazar.

Pada lebaran hari ke-2 kami bersiap-siap untuk berpisah, tetapi sebelumnya kami harus mengunjungi perguruan Kampuang Tangah yang merupakan saudara dari perguruan kami di Bamban. Disana kami masih tetap riang gembira, makanan khas pun kami lahap sampai kenyang, hmmmm lele balado nan sabana lamak ko aa…Tidak lupa pula kami menghabiskan satu pohon kelapa (khahaha lebaynya…). Maksud uda Nazar kami berpesta dengan mengambil kelapa muda langsung dari pohonnya. Setelah itu kami mengisi acara sendiri-sendiri, ada yang mengunjungi sanak saudara, ada yang berbelanja untuk oleh-oleh dan ada pula yang menuju kampung halaman uda Nazar di Maninjau.

Hiks…hiks…inilah saat-saat yang menyedihkan, kami harus berpisah dengan keluarga besar. Kami harus kembali menjelajah dunia persilatan yang keras ini demi melanjutkan kehidupan. Dokter kembali ke rumah sakit, petani kembali ke sawah, pedagang kembali ke toko, pegawai kembali ke kantor, mahasiswa kembali ke kampus, guru kembali mengajar dan anak-anak kembali ke sekolah.
Kami terpencar lagi diseluruh penjuru dunia persilatan dengan berbagai profesi yang dijalani. Maklumlah keluarga besar Nazar mempunyai profesi yang beraneka ragam. Dari petani, pedagang, guru, pegawai, teknik, akuntan, pertanian, ekonomi dan lainnya (pokoknya lengkap deh). Ada yang ke Padang, Medan, Lampung, Jakarta dan uda Nazar sendiri saat artikel ini terbit sedang berada di Samarinda Kalimantan Timur.
Akhir kata dari uda Nazar semoga artikel ini bisa menjadi contoh untuk keluarga para pembaca, terutama untuk keluarga besar Nazar bersaudara bahwa indahnya sebuah keluarga itu. Untuk keluarga besar uda Nazar semoga kita bisa berkumpul lagi dilain waktu. Indahnya saat itu tak dapat diungkapkan dengan menghabiskan tinta sebanyak air di dunia persilatan ini (lebay lagi deh). Terimakasih banyak uda Nazar ucapkan kepada semua keluarga Nazar bersaudara atas suksesnya acara ini, terimakasih kepada Mirzan A. Navis yang telah mengabadikan momen ini dengan keahliannya sebagai fotografer (tetapi maaf ya bang, fotonya terpaksa dikompres). Tidak lupa pula uda Nazar ucapkan terimakasih untuk yang menyumbangkan foto-foto lainnya. Sory yo namo untuak fotografer lain indak basabuikkan, dek taimpik jo kamera SONY DSC, khehehehe…..

2 comments:

  1. moment ini kapan datang lagi...
    ^_^ kangen smua

    ReplyDelete
  2. ooo mode tu ma caritonyo bg didi....
    apo hubungannyo jo dunia persilatan?

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......