May 20, 2012

Rahasia Kesuksesan Masyarakat Minangkabau di Perantauan

            Pailah kakak dulu untuak manuntuik ilmu, kok lah manjadi urang ka pulang juo. Lagu ini uda Nazar dengar saat perpisahan lulusan SMA. Lagu ini mewakili seluruh perantau Minangkabau di mancanegara. Masyarakat Minangkabau memang mempunyai kebiasaan untuk merantau mencari rezeki di daerah lain. Baik di daerah seluruh Indonesia maupun di luar negeri. Banyak dari mereka yang menuai kesuksesan dengan bermacam-macam karir dan pendidikan yang dijalani. Seperti menjadi pedagang, pegawai ataupun ahli-ahli diberbagai bidang. Kemudian beberapa dari mereka ada yang pulang kembali ke Minangkabau untuk membangun negeri (seperti makna lagu diatas)
Kesuksesan masyarakat Minangkabau di perantauan tidak hanya di bidang karir, tetapi juga dalam bermasyarakat. Masyarakat Minangkabau selalu diterima oleh seluruh kalangan dan budaya dimanapun mereka pergi merantau. Lalu apakah rahasia kesuksesan masyarakat Minangkabau di perantauan ini? Uda Nazar mencoba memberikannya kepada para pembaca yang setia.

Panyapo
Panyapo yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah ‘penyapa’ selalu diterapkan oleh masyarakat Minangkabau yang baru datang di daerah tujuan. Panyapo disini bermakna tinggi sekali, bukan hanya sekedar berbasa-basi ketika bertemu dengan orang lain. Panyapo bermakna bergabung dengan masyarakat sekitar, baik di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan pekerjaan. Mencoba membaur dengan adat istiadat dan kebiasan yang baru, mengikuti setiap kegiatan yang ada pada daerah setempat serta banyak mencari teman untuk mengakrabkan diri.

Panolong
Panolong atau penolong maksudnya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Cara untuk menolong ini bermacam-macam yang diajarkan oleh para orang tua kepada anaknya sebelum pergi merantau. Jika mempunyai harta maka mereka akan menolong dengan hartanya. Bagi yang mempunyai tenaga menolong dengan tenaganya. Tidak ada harta dan tenaga pun masyarakat Minangkabau masih bisa menolong orang lain dengan pemikirannya.

Pamaaf
Pamaaf atau pemaaf juga merupakan karakter masyarakat Minangkabau yang harus dibawa kemanapun mereka pergi. Pertentangan dan perbedaan pendapat pasti sering terjadi di masyarakat. Tetapi dengan bersifat pemaaf tentu tidak akan terjadi perselisihan yang menyebabkan renggangnya tali silaturahmi. Masyarakat Minangkabau selalu menanamkam dalam hatinya sifat ini, musuh tidak dicari dan jika bertemu berusaha dielakkan.

Pamuji / Panyanjuang
Pamuji atau pemuji disini bukan berarti ‘penjilat’ tetapi memuji jika ada masyarakat yang sukses di lingkungannya dengan tidak berlebihan. Hal ini bertujuan agar lebih akrab dengan masyarakat. Pamuji juga bisa diartikan mendoakan kebaikan kepada masyarakat yang sedang ditimpa ujian oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Pandai Mancaliak Sela
Maksudnya di sini adalah pandai melihat peluang. Terutama bagi mereka yang mempunyai karir. Sebagai pedagang pandai melihat lokasi pasar yang bagus, harga barang, pesaing, kesempatan membuka cabang dan juga koneksi antar pedagang. Sebagai karyawan bisa melihat peluang karir yang lebih baik. Sebagai pelajar juga pandai melihat kesempatan untuk menambah penghasilan dengan ilmunya.

Sebenarnya masih banyak karakter masyarakat Minangkabau yang diturunkan dari nenek moyang terdahulu agar sukses diperantauan. Namun hanya ini yang dapat uda Nazar sajikan karena susah untuk mencari kata-kata yang sesuai dalam menterjemahkan dari bahasa Minangkabau ke bahasa Indonesia agar maknanya tidak berubah. Akhir kata uda Nazar ucapkan terimakasih.

6 comments:

  1. wah wah wah.... baru tahu saya rahasianya.

    ReplyDelete
  2. hehehe....itulah Bos Ringgo keindahan bermacam2 budaya Indonesia.

    ReplyDelete
  3. uda nazar mantap..
    tambah semangat awak dirantau da..
    salam kenal da..
    ambo hafiz halim
    sedang merantau di yogyakarta
    semangat taruih uda nazar..
    ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok thanks lah bakunjuang ka blog uda nan sederhana ko, samangaik di rantau yo Hafiz..jan lupo add FB uda skali...

      Delete

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......