May 1, 2012

SNMPTN Hanya Salah Satu Jalan Kesuksesan

        Sesuai janji uda Nazar dengan adik-adik pada postingan tips menghadapi ujian nasional, kali ini uda akan mencoba berbagi tentang ujian masuk perguruan tinggi yang selama ini seolah-olah menjadi jalan satu-satunya untuk meraih kesuksesan dimasa depan. Sebelumnya uda Nazar ucapkan selamat kepada adik-adik yang sudah mengikuti UAN khususnya tingkat SMA/SMK/sederajat. Semoga adik-adik semua lulus dengan nilai yang memuaskan. Jika ada yang kurang beruntung semoga artikel ini bisa membuat adik-adik semangat kembali.
Ujian masuk perguruan tinggi yang sekarang namanya SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri), yang sebentar lagi akan adik-adik hadapi, selama ini menjadi hantu kelas kakap bagi kita semua. Kenapa uda Nazar mengatakan seperti itu? Karena selama ini masuk perguruan tinggi dianggap satu-satunya jalan untuk sukses. Jika tidak bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi sepertinya dianggap masyarakat kelas dua (kelas satu paling tinggi). Hal ini akan uda Nazar luruskan bahwa anggapan itu sangat lah salah dan tidak masuk akal.
Sudah banyak sekali adik-adik yang menjadi frustasi ketika tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi, merasa putus asa, bahkan menurut perjalanan uda Nazar ada juga yang bunuh diri karena malu tidak lulus. Sebenarnya hal itu tidak harus terjadi jika adik-adik merubah pikiran bahwa kuliah itu bukan satu-satunya jalan untuk sukses dimasa depan. Walaupun memang pada saat ini lowongan pekerjaan banyak yang hanya menerima calon karyawan yang mempunyai gelar sarjana ataupun diploma.
Lalu bagaimana bagi adik-adik yang tidak bisa mencicipi bangku perguruan tinggi yang disebabkan karena tidak lulus ujian ataupun tidak adanya biaya? Sebenarnya kalau untuk alasan biaya sekarang ini bisa dicarikan solusinya, terutama semakin banyaknya beasiswa untuk masyarakat kurang mampu dan berprestasi. Tetapi itu tidak akan uda Nazar bahas pada artikel ini. Sekarang bagaimana untuk adik-adik yang tidak lulus perguruan tinggi karena gagal ujian? Semoga cerita uda Nazar akan membangkitkan semangat adik-adik untuk tetap berusaha menuju kesuksesan dimasa depan.
Uda Nazar mempunyai seorang teman, anggap saja namanya Sutan. Ketika lulus dari bangku SMA, kebanyakan para siswa mengikuti bimbingan belajar untuk mengasah kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal. Tetapi tidak bagi Sutan, dia langsung terjun ke masyarakat dengan membuka suatu usaha. Usaha yang tanpa modal uang sama sekali. Hanya bermodal kenalan baik dan keahlian dalam melihat peluang. Sutan sangat gigih mempelajari usaha barunya, tidak segan belajar kepada yang sudah dahulu membuka usaha. Mulai dari hal kecil sampai hal besar semua dipelajari. Tidak disangka dengan kegigihannya itu akhirnya usahanya berkembang. Sutan bisa hidup mandiri, bahkan salah satu adiknya sudah tamat kuliah yang dibiayai oleh Sutan. Sedangkan seorang adiknya juga sudah duduk di bangku kuliah tingkat pertama. Belum lagi adiknya yang masih sekolah yang semuanya dibiayai oleh Sutan. Saat ini dengan izin Tuhan, Sutan akan melaksanakan ibadah pernikahan. Usaha yang dijalani Sutan sudah berjalan kurang lebih 7 tahun.
Uda Nazar juga mempunyai teman di Jakarta yang sukses menjadi pedagang, sebut saja namanya Sati. Ketika lulus SMA, Sati tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sati langsung berangkat ke Jakarta untuk mencoba mengadu nasib dengan hanya bermodal kenalan baik dan kejujuran. Sati bekerja menolong kenalan tersebut dengan giat dan jujur tetapi tidak lupa sambil belajar. Sepuluh tahun sudah berlalu (kebetulan umurnya diatas uda Nazar), Sati mempunyai barang dagang sendiri dan seorang teman untuk membantunya. Dari hasil dagang tersebut Sati mampu membiayai pernikahan salah satu adiknya di kampong. Mempunyai kendaraan sendiri dan mempunyai banyak teman di Jakarta merupakan kepuasan hidup yang dimiliki Sati.
Banyak lagi contoh kesuksesan yang tidak ditempuh melalui gelar sarjana, ada yang mengambil keahlian computer, keahlian bahasa asing dan keahlian lain dimana keahlian tersebut bisa adik-adik jual untuk kemudian dikonversikan ke dalam harta berupa uang dan kesuksesan. Sutan dan Sati melambangkan semua teman-teman uda yang tidak bisa mencicipi bangku kuliah tetapi sukses dalam hidup.
Lalu bagaimana dengan uda Nazar sendiri? Hehehehehe….5 tahun mengambil gelar Sarjana Teknik, sampai tulisan ini diterbitkan uda Nazar masih pengangguran. Tetapi uda yakin rezki uda suatu saat pasti datang. Nah…untuk itu adik-adik, uda katakan sekali lagi bahwa SNMPTN bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Ingatlah kata bijak ‘Tidak Satu Jalan Ke Maninjau’ hehehehehe….sekian dari uda Nazar. Semoga tulisan ini menjadi semangat baru bagi pembaca khususnya adik-adik yang baru selesai ujian nasional tingkat SMA/SMK/sederajat.

2 comments:

  1. betul sekali nih gan. Cuma kalao bisa lolos SMPTN bagus juga. Salam.

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......