September 2, 2012

Tips Memadamkan Api Ringan

      Api merupakan sahabat dan musuh manusia disaat tertentu. Ketika api itu kecil manusia bisa memanfaatkannya untuk banyak keperluan seperti memasak, memanaskan dan membakar. Namun ketika api sudah tidak terkendali besarnya maka api menjadi musuh manusia. Kali ini uda Nazar akan memberikan tips memadamkan api yang tidak terkendali tetapi masih dalam status kebakaran ringan.

Pada dasarnya api akan menyala ketika terjadi 3 unsur yang berkaitan yaitu bahan bakar, oksigen dan panas. Untuk memadamkannya kita harus memutus salah satu dari unsur tersebut. Caranya tergantung bagaimana api itu terbakar. Misalnya ketika ada api membakar kayu kita cukup menyiram air agar unsur panas terputus. Lalu bagaimana bila yang terbakar itu adalah bensin atau solar? Tentu kita tidak bisa menggunakan air sebagai pemutus salah satu unsur tersebut karena air memiliki massa jenis yang lebih berat dari bensin dan solar. Ada 2 metode untuk memadamkan api jenis ini yaitu:

Menggunakan APAR
Alat pemadam api ringan (APAR) biasanya berupa tabung bertekanan yang berisi bahan kimia tertentu untuk memutuskan salah satu unsur penyebab terciptanya api. APAR ini sendiri harus kita cek dalam waktu berkala untuk memastikan masih dalam kondisi siap pakai. Menggunakan APAR sendiri tidak sembarangan. Pertama kita harus melihat arah angin karena APAR akan kita semprotkan mengikuti arah angin. Kedua ketika mengunakannya kita harus memegang ujung nozzle, bukan selang APAR itu. Lalu arahkan ke sumber api dan semprotkan mulai dari ujung terjauh dari sumber api tersebut. Cara yang benar dalam menggunakan APAR dapat dilihat pada gambar dibawah.

Menggunakan karung basah
Cara kedua kita bisa menggunakan karung basah. Karung yang digunakan adalah karung goni yang tebal, bukan karung yang biasa digunakan untuk karung beras. Karung basah ini berguna untuk memutuskan unsur oksigen pada api sehingga api akan padam. Adapun langkah-langkah dalam menggunakan karung basah ini adalah:
Pertama, masukkan karung goni tadi ke dalam air sehingga karung goni menjadi basah. Lalu hadapkan kedua telapak tangan kita kearah atas dan jepit ujung karung goni diantara jari jempol dan telunjuk kita.
Kedua, putarkan telapak tangan kita kea rah badan sehingga telapak tangan kita terbungkus oleh ujung-ujung karung goni tadi. Hal ini bertujuan untuk melindungi tangan kita terkena api.
Ketiga, lihat arah angin lalu dekati sumber api perlahan-lahan dengan mengikuti arah angin. Lalu tutup sumber api dengan perlahan dan jangan pernah melemparkan karung goni ke sumber api karena akan mengakibatkan oksigen semakin banyak masuk sehingga api akan membesar.
Keempat, setelah api tertutup karung goni tunggu sampai ada asap putih yang keluar. Hal ini sebagai tanda api telah padam dan angkat perlahan karung goni seperti kita meletakkannya tadi.
Untuk penggunaan karung goni basah sebagai pemadam api ringan dapat dilihat pada gambar dibawah:


Nah demikianlah tips dari uda Nazar untuk memadamkan api ringan. Tetapi jangan pernah mencoba menggunakan metode ini untuk memadamkan SPBU yang terbakar, itu namanya konyol (hehehehehehehe….). Akhir kata uda Nazar ucapkan terimakasih kepada pembaca dan semoga menjadi manfaat bagi kita semua.

4 comments:

  1. Waaahhhhhh informai yang bermanfaat... Api kecil jadi kawan, api besar banyak makan korban.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks gan..maaf baru balas ya..maklum baru keluar dari tambang...khehehehehe...

      Delete
  2. Ko saya masih bingung ya...,waktu sy baca dibagian cara memegang karung goni yg betul,maksudya telapak tangan ditutp karung goni itu apa ya? Trims ya gan :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. susah juga sih kalau diterangkan gan, ntar kalau sempat di upload videonya, thanks dah mampir ya gan

      Delete

Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini. Komentar yang belum Uda Nazar balas mohon sabar ya......